KORANJURI.com - Misteri Pura Taman Ayun

HOME | Mimbar | Delik | Rekam Kejadian | Pendidikan | Ekbis | Hiburan | Distrik Wisata | Seni Budaya | Akselerasi | Mail Contact | Foto




Akbar Tanjung: Ical Tetapkan 9 Formatur
Jumlah formasi kepengurusan DPP Golkar periode 2014-2019 telah ditetapkan 9 formatur...

Sudikerta Persiapkan Munas Cuma 5 Hari
Persiapan tuan rumah dalam Munas IX Golkar di Hotel Westin Nusa Dua...

Pengamanan Munas Golkar Diberlakukan Tiga Lapis
Pengamanan Munas IX Partai Golkar dilakukan secara berlapis terdiri dari 3 ring...

Materi Munas Tiba di Kantor DPD Golkar Bali
Materi Musyawarah Nasional (Munas) Ke-IX Partai Golkar...




Misteri Pura Taman Ayun


Laporan: Agw
19 November 2009 | Koranjuri.com
BADUNG (Koranjuri.com) - Bali sangat terkenal dengan pulau seribu pura-nya. Hampir semua pura disana terasa sakral dan menyimpan aura magis tinggi. Seperti Pura Taman Ayun yang ada di Kecamatan Mengwi, Kabupaten Badung, Bali yang dianggap menyimpan banyak misteri. Salah satunya di kolam dan sungai yang ada di pura itu. Misteri apa yang sering muncul disana?

Pura ini termasuk salah satu tempat bersejarah bagi warga Bali . Dibangun pada tahun 1634 Masehi oleh raja pertama kerajaan Mengwi yang bernama I Gusti Agung Ngurah Made Agung dengan gelarnya Ida Cokorda Sakti Belambangan.
Gerbang Pura Tamann Ayun
Tidak mengherankan, diusianya yang hampir 400 tahun, keberadaan Pura itu punya banyak kisah.
Tidak mengherankan, diusianya yang hampir 400 tahun, keberadaan Pura itu punya banyak kisah.

Disini pantangannya, warga Desa tidak boleh beraktifitas selain keperluan sembahyang. Terutama, di kolam dan sungai, kata Ida Bagus Punia, Pemangku pura atau Pendeta Hindu yang bertanggungjawab tentang keberadaan tempat ibadah warga Bali tersebut

Pura yang dibangun diatas lahan seluas 4 hektare ini dikelilingi kolam berisi tanaman teratai. Disitulah menurut Mangku Punia pantangan yang dimaksud berlaku, yaitu, tidak boleh ada aktifitas disana. Seperti misalnya, mandi atau mengambil air.

Seperti dikisahkan Punia, kejadian mengerikan pernah terjadi disana, ketika sepasang pengantin baru nekad mandi di kolam itu. Sebelumnya, memang belum terdengar kabar kalau kolam itu terkenal sangat angker.

Waktu itu saya pas tidak berada di Pura jadi keadaannya sepi-sepi saja. Tidak ada aktifitas sembahyang. Tahunya, setelah keluarga pasangan pengantin itu mencari mereka di areal pura, yang katanya waktu itu, datang kesini untuk mandi, kisah pria ini menerawang ke masa belasan tahun silam.

Dari pandangan gaib Pemangku, pasangan pengantin itu diminta oleh penunggu pura. Sebab kejadiannya, menurutnya, sangat tiba-tiba.

Entah bagaimana kronologisnya, mendadak saja mereka seperti lenyap ditelan air kolam. Padahal kalau diukur kedalaman kolam ini tak seberapa.

Paling sekitar 1,5 meter sampai 2 meter, selebar selokan. Jadi sangat gaib dan tidak masuk akal kalau sampai lenyap begitu saja, jelasnya.

Anehnya lagi, jasad keduanya tidak pernah ditemukan sampai sekarang. Diterangkan lanjut, setelah diupacarai dengan berbagai sesajen diketahui kalau tubuh keduanya tersembunyi di dasar kolam.

Sekalipun sudah diminta, tapi penunggu gaib disini tidak membiarkan melepas mereka. Artinya, memang itu sudah diminta mereka, kita tidak bisa mengambilnya lagi, kata pria ini begitu.

Berawal dari situ, kemudian Pura Taman Ayun sangat dikeramatkan sampai sekarang. Dan masih ada lanjutan dari kisah tersebut, warga Banjar Lumbung, yang berada di dekat pura ikutan menahan diri beraktifitas di sungai yang letaknya berada di sebelah Pura.

Seperti diketahui, masyarakat Bali pedesaan aktifitas kesehariannya masih sangat mengandalkan sungai untuk tempat mencuci pakaian dan mandi atau memandikan ternak.

Kita juga menghimbau agar warga tidak melakukan aktifitas di sekitar sungai. Kalau ada kejadian seperti dulu siapa bertanggungjawab, ujar Punia dengan nada tanya.

SELALU ADA KEJADIAN ANEH
Keberadaan kolam berhias teratai itu menurut I Ketut Kepang, warga disana, biasanya dibersihkan dan dikuras secara berkala. Menurutnya, waktu pembersihan dilakukan sesuai aturan dengan perhitungan kalender.

Tidak sembarangan, ada hitung-hitungan waktu yang tepat. Soalnya dari dulu kita terus berpatok pada aturan. Kalau asal-asalan ya ada perasaan yang nggak enak, kata pria yang ditemui Koranjuri.com di halaman Pura.

Soal pantangan yang berlaku di Pura, Ketut Kepang juga mengatakan hal sama seperti Punia, pemangku pura. Kalau kolam teratai itu tidak boleh dibiarkan tanpa air selama berhari-hari.

Bukan tidak mungkin, memasuki musim kemarau air kolam lambat laun menyusut dan kalau dibiarkan saja akan kering dengan sendirinya. Seperti itu tidak boleh dibiarkan. Bagi warga desa Batu Lumbung, pembiaran berarti pelanggaran.

Kalau sudah terlihat berkurang separo, warga desa sini biasanya langsung memenuhinya lagi secara bergotong royong. Pokoknya harus terisi penuh, terangnya. Lantas, kejadian aneh apa yang terjadi kalau air kolam kering?

Pokoknya ada saja kejadian yang nggak masuk akal, jawabnya ringan.
Yang dialami pria paro baya ini, beberapa tahun silam, pola hidup warga desa disana terasa seperti sangat boros. Padahal, Ketut Kepang mencontohkan dirinya sendiri, kebutuhan terbesar harian keluarganya adalah biaya sesajian untuk keperluan sembahyang. Itu lazim terjadi pada warga Bali .

Anehnya, yang terasa justru kita boros soal makan. Padahal, biasanya 2 kilo beras bisa dimakan sehari sekeluarga. Tapi itu tidak cukup. Lalu kita tambah jadi 5 kilo per hari, tetap tidak cukup juga. Aneh kan, tegasnya bertanya.

Setelah dirunut akar persoalannya, ternyata peristiwa aneh itu muncul lantaran pengurasan air kolam gara-gara perbaikan bendungan air yang rusak.

Yang merasakan fenomena boros itu bukan satu keluarga saja tapi seluruh desa, kan aneh. Ya pada akhirnya, kita menggelar upacara dengan terawangan balian atau orang pintar. Dan ketemu jawabannya, kata Kepang.

Baru setelah itu fenomena boros yang tidak masuk akal itu teratasi, dan warga kembali menjalani kehidupan mereka secara normal.

TEMPAT BERKUMPUL MAKHLUK GAIB
Jro Mangku Punia yang sudah bertahun-tahun mengabdi di Pura Taman Ayun juga kerap mendapat penglihatan gaib yang nyata-nyata dilihatnya saat menjalankan tugasnya di pura. Ia menegaskan, pandangan itu bukan samar-samar melainkan jelas tertangkap mata sadar. Malah tidak jarang ia mengaku sempat berbincang dengan si orang misterius.

Seperti biasa kalau pagi atau pas ada upacara besar pasti saya ada di Pura. Nah, saat itulah biasanya ada orang yang saya lihat datang sembahyang, tapi selesai sembahyang orang itu hilang, kisahnya.

Sudah menjadi tugasnya sebagai Pemangku untuk mendampingi warga yang menjalankan sembahyang. Namun, saat terjadi keanehan itu biasanya sosok orang misterius tadi, cuma berbicara saja tanpa menoleh.

Saya anggap itu wajar. Mungkin mereka buru-buru maunya cepat-cepat selesai sembahyang, ya kita biarkan saja. Yang penting tujuan mereka baik datang kesini, begitu kata Punia.

Lebih aneh lagi, peristiwa itu terjadi berulang kali. Dan waktunya selalu sama, sore menjelang maghrib. Bagi Punia, kejadian aneh itu dinilai sangat wajar. Mengingat, selain sebagai tempat bersembahyang, Pura yang berumur ratusan tahun itu, disebut-sebut tempat berkumpulnya makhluk gaib.

Disini kita sebut dengan wong samar, ciri-cirinya orang itu tidak punya lekukan dibagian atas bibirnya. Itulah, ketika saya ajak bicara mereka tidak menoleh. Kalau saja dia menoleh, mungkin saya bisa pastikan, jelas Punia.

Namun karena sudah dianggap sebagai warisan budaya dunia, keberadaan Pura Taman Ayun juga dimanfaatkan untuk menjaring wisatawan asing. Hampir setiap hari puluhan wisatawan mancanegara singgah kesana.

Karena kekunoannya yang menarik minat wisatawan. Kondisi Pura memang benar lain daripada yang lain. Sampai sekarang pura ini masih dianggap pura tertua di Bali , pungkas Ida Bagus Punia.






Pendidikan

Prestasi Eksul Terbaru SMANSA Denpasar

KORANJURI.COM Tim SMANSA Jurnalis Club SMA Negeri 1 Denpasar berhasil meraih juara dalam tiga event..



Akselerasi

Moratorium Tenaga Medis Dinilai Tidak Sejalan Dengan Permenkes

KORANJURI.COM Pemberlakuan moratorium tenaga kesehatan menyulitkan operasional...